Global warming ya..
hem.. skrg dimana – mana heboh sama hal ini..
Penyebabnya seh karena adanya Green gas rumah yang artinya culprits utama dari pemanasan global. Gas-gas rumah hijau seperti karbon dioksida, methane, dan nitro bahaya yang bermain di kali hadir. Gas-gas rumah hijau ini memerangkap panas di atmosfir bumi sehingga mengakibatkan peningkatan suhu bumi. Yang berlebihan emisi gas ini adalah penyebab utama dari pemanasan global.
penyebab laennya seh.. karena adanya deforestasi. Deforestasi harus cela selama 25% dari semua melepaskan karbon dioksida memasuki atmosfir, dengan pemotongan dan pembakaran dari sekitar 34 juta acres pohon setiap tahun. Trees mengumpulkan CO2 bahwa kami memberikan nafas dan jauh dari berbagai sumber lain, dan mereka memberikan kembali oksigen yang kita bernafas in Jadi, pemotongan pohon yang besar yang mengarah ke konsentrasi karbon dioksida pada atmosfer. Urbanisasi yang lebih besar, kebutuhan tanah dan bangunan untuk pabrik, kebutuhan kayu semua alasan yang menuju ke hutan, yang pada gilirannya akan mengarah ke pemanasan global.
Nah, kalo pengaruh dari global warming sendiri tu..
Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.
Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.
Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.
Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.
Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.
Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.
sumber:http://www2.kompas.com
